Tegaknya aku di daerah zulumat
Masih mengharap rahmat
Terasa gelap malam makin pekat
Nafas di kerongkong bagaikan tersekat
Jiwa menekan dada terhimpit
Dosa yang menggunung terasa kelat
Dek iman yang makin surut
Apakah aku di ambang maut
Bila terkenangkan dosaku
Hati ini bagaikan beku
Lidah cuba berkata namun kelu
Langkahku makin lesu
Wahai Tuhanku .
Siapakah aku di sisiMu
Pernah aku terleka semalam
Terpedaya dengan janji bermusim
Ingin menjadi penyeri kuntum
Kasih semakin mengharum
Sayang disambut harapan digenggam
Namun cahaya itu makin suram
Mengheretku ke lembah kelam
Kesucian cinta dinodai penzalim
Luluh hancur bila ditikam
Kesakitan makin mencengkam
Sayangnya wangian mekar hanya di kuntum
Tersungkur aku di lurah kejam
Tersingkaplah kalam kebenaran
Jatuhku tersungkur di pangkuan
Disambut nur keimanan
Lantas bisikan sayup kedengaran
Sesungguhnya padaMu jua kebahagiaan
Amat indah perasaan itu
Selembut sutera membalut lukaku
Seolah pantai dipuput bayu
Ibarat renungan samudera membiru
Bagai camar pagi riang berlagu
Irama menusuk kian syahdu
Wangian Cinta mekar di kalbu
Indah berkembang bebunga rindu
Menghiasi kamar sanubariku
Wahai Kekasih Hatiku
Rinduku ini semakin menggunung
Tak terdaya hati menanggung
Pada CintaMu yang Maha Agung
Tak sabar menanti pertemuan ulung
Dengan Pujaan Hati yang disanjung
Duhai Sayangku
Segalanya telah Kau tuliskan untukku
HadirMu membuang segala debu
Sejernih embun pagi bertamu
Murni seharum namaMu
Bak permata tampak kemilau
Indah tersimpan dalam hidayahMu
Wahai Cahaya Hidupku
Tatkala diri dilanda ujian
Hanya denganMu ku temui ketenangan
Tatkala diri keseorangan
Hanya padaMu ku gapai kegembiraan
Tika dirundung kegelisahan
Hanya ingatan padaMu beri kedamaian
Duhai Tuhan Yang Maha Esa
Tika insan di buaian mimpi
Hatiku berjaga di malam sepi
Tika suria melabuhkan tirai
Tatkala rembulan setia menanti
Bebintang turut menjadi saksi
Aku kini berserah kembali
Meluah sepenuh cinta di hati
Menangisi segala kezaliman diri
Merintih rindu padaMu Rabbi
Sayangku
Aku hanya berpegang janji
Sesungguhnya ia suatu yang pasti
Tak mungkin lagi aku menyerah diri
Pada cinta yang telah dinodai
Oleh hasutan nafsu yang keji
Pujaan hatiku
Izinkanlah aku bertemu denganMu
Di tempat yang Kau ciptakan cintaMu
Tempatkan aku bersama para kekasihMu
Terimalah cinta hambaMu
Walaupun mungkin tak layak bagiku
Untuk menerima cintaMu
CintaMu
Walau setitis lebih manis daripada madu
Walau secebis sangat indah di kalbu
Walau hanya serpihan untukku
Wangiannya mendamaikan jiwaku
Berkilau tiap saat di sanubariku
Kekasihku
Hiasilah hidupku dengan cahaya CintaMu
Tundukkan hatiku dengan ketaatan padaMu
Leburkan mazmumahku dengan salju iman padaMu
Basahkah lidahku dengan mengingati namaMu
Sinarilah jalan ku dengan hidayahMu
Penuhkan hidupku dengan amalan yang dicintaiMu
Damaikan perasaanku dengan rindu pada syurgaMu
Tenangkan jiwaku dengan rahmat kasih sayangMu
Andai umurku ini akan membawa aku pada kemurkaanMu
Percepatkanlah pertemuanku denganMu
Dengarlah rintihan rinduku ini,Sayangku….
Ya Allah...janganlah kau jadikan aku sebagai fitnah dunia,kerna ku impikan untuk menjadi perhiasan terindah di dunia serta di sana..
Masih mengharap rahmat
Terasa gelap malam makin pekat
Nafas di kerongkong bagaikan tersekat
Jiwa menekan dada terhimpit
Dosa yang menggunung terasa kelat
Dek iman yang makin surut
Apakah aku di ambang maut
Bila terkenangkan dosaku
Hati ini bagaikan beku
Lidah cuba berkata namun kelu
Langkahku makin lesu
Wahai Tuhanku .
Siapakah aku di sisiMu
Pernah aku terleka semalam
Terpedaya dengan janji bermusim
Ingin menjadi penyeri kuntum
Kasih semakin mengharum
Sayang disambut harapan digenggam
Namun cahaya itu makin suram
Mengheretku ke lembah kelam
Kesucian cinta dinodai penzalim
Luluh hancur bila ditikam
Kesakitan makin mencengkam
Sayangnya wangian mekar hanya di kuntum
Tersungkur aku di lurah kejam
Tersingkaplah kalam kebenaran
Jatuhku tersungkur di pangkuan
Disambut nur keimanan
Lantas bisikan sayup kedengaran
Sesungguhnya padaMu jua kebahagiaan
Amat indah perasaan itu
Selembut sutera membalut lukaku
Seolah pantai dipuput bayu
Ibarat renungan samudera membiru
Bagai camar pagi riang berlagu
Irama menusuk kian syahdu
Wangian Cinta mekar di kalbu
Indah berkembang bebunga rindu
Menghiasi kamar sanubariku
Wahai Kekasih Hatiku
Rinduku ini semakin menggunung
Tak terdaya hati menanggung
Pada CintaMu yang Maha Agung
Tak sabar menanti pertemuan ulung
Dengan Pujaan Hati yang disanjung
Duhai Sayangku
Segalanya telah Kau tuliskan untukku
HadirMu membuang segala debu
Sejernih embun pagi bertamu
Murni seharum namaMu
Bak permata tampak kemilau
Indah tersimpan dalam hidayahMu
Wahai Cahaya Hidupku
Tatkala diri dilanda ujian
Hanya denganMu ku temui ketenangan
Tatkala diri keseorangan
Hanya padaMu ku gapai kegembiraan
Tika dirundung kegelisahan
Hanya ingatan padaMu beri kedamaian
Duhai Tuhan Yang Maha Esa
Tika insan di buaian mimpi
Hatiku berjaga di malam sepi
Tika suria melabuhkan tirai
Tatkala rembulan setia menanti
Bebintang turut menjadi saksi
Aku kini berserah kembali
Meluah sepenuh cinta di hati
Menangisi segala kezaliman diri
Merintih rindu padaMu Rabbi
Sayangku
Aku hanya berpegang janji
Sesungguhnya ia suatu yang pasti
Tak mungkin lagi aku menyerah diri
Pada cinta yang telah dinodai
Oleh hasutan nafsu yang keji
Pujaan hatiku
Izinkanlah aku bertemu denganMu
Di tempat yang Kau ciptakan cintaMu
Tempatkan aku bersama para kekasihMu
Terimalah cinta hambaMu
Walaupun mungkin tak layak bagiku
Untuk menerima cintaMu
CintaMu
Walau setitis lebih manis daripada madu
Walau secebis sangat indah di kalbu
Walau hanya serpihan untukku
Wangiannya mendamaikan jiwaku
Berkilau tiap saat di sanubariku
Kekasihku
Hiasilah hidupku dengan cahaya CintaMu
Tundukkan hatiku dengan ketaatan padaMu
Leburkan mazmumahku dengan salju iman padaMu
Basahkah lidahku dengan mengingati namaMu
Sinarilah jalan ku dengan hidayahMu
Penuhkan hidupku dengan amalan yang dicintaiMu
Damaikan perasaanku dengan rindu pada syurgaMu
Tenangkan jiwaku dengan rahmat kasih sayangMu
Andai umurku ini akan membawa aku pada kemurkaanMu
Percepatkanlah pertemuanku denganMu
Dengarlah rintihan rinduku ini,Sayangku….
Ya Allah...janganlah kau jadikan aku sebagai fitnah dunia,kerna ku impikan untuk menjadi perhiasan terindah di dunia serta di sana..

0 les voix:
Post a Comment
I've done my part. It's your turn now.
Thanks. I really appreciate it. :)